BRMP SDLP Sambut 20 Mahasiswa Magang: Wujudkan Sinergi Akademisi dan Dunia Kerja Pertanian Modern
Bogor – 1 Juli 2026, Balai Perakitan dan Modernisasi Sumber Daya Lahan Pertanian (BRMP SDLP) menyambut 20 mahasiswa dalam rangka pembekalan dan orientasi sebelum melaksanakan magang mandiri. Para mahasiswa ini berasal dari berbagai perguruan tinggi, antara lain Universitas Padjadjaran (Unpad), IPB University, Universitas Brawijaya (Unbraw), dan Universitas Diponegoro (Undip). Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman komprehensif mengenai lingkungan kerja, budaya organisasi, serta aturan yang berlaku di BRMP SDLP sebelum para mahasiswa secara resmi memulai program magang mereka.
Acara ini dihadiri oleh Ketua Kelompok dan Ketua Tim Kerja BRMP SDLP. Dalam sambutannya, mewakili Kepala Balai Besar BRMP SDLP, Ketua Kelompok Substansi Program dan Perakitan Teknologi BRMP SDLP Muchamad Wahyu Trinugroho menyampaikan apresiasi atas antusiasme para mahasiswa untuk bergabung dan menimba ilmu di BRMP SDLP. Ia menekankan bahwa periode magang ini merupakan momentum yang sangat berharga bagi para mahasiswa untuk mencari pengalaman nyata dan mengenal dinamika dunia kerja profesional.
Lebih lanjut, Wahyu memaparkan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) serta memperkenalkan lingkup kerja BRMP SDLP secara menyeluruh. Ia juga memberikan gambaran mengenai berbagai teknologi yang ada di lingkungan BRMP SDLP, sehingga para mahasiswa memiliki ekspektasi yang jelas terhadap fasilitas dan materi keilmuan yang akan mereka temui selama periode magang.
Suasana pembekalan berlangsung hangat dan interaktif, ditandai dengan sesi diskusi di mana para mahasiswa mengajukan berbagai pertanyaan terkait output utama dari program magang ini yaitu, menyusun paper mini project dengan berbagai judul yang relevan dengan bidang keilmuan dan penugasan mereka.
Melalui program magang mandiri ini, BRMP SDLP berharap dapat menjadi wadah yang efektif dalam menjembatani teori yang didapatkan di bangku perkuliahan dengan praktik langsung di lapangan. Sinergi dengan kalangan akademisi ini diharapkan tidak hanya menghasilkan laporan akhir magang, tetapi juga mencetak sumber daya manusia yang unggul, adaptif, dan siap bersaing di era industri yang berbasis teknologi pertanian modern.